Skip to main content

Sampel Copywriting Selama Magang di USAID

Farewell Party for USAID Prestasi and USAID CIFOR Indonesia Forestry Fellowship Program Grantees

This is one of my works on social media. Despite its grammatical flaws, this particular post is among the top publications in the entire page in terms of the stats. I've also worked on-site during this event.



Selamat menimba ilmu, Para Penerima beasiswa USAID Prestasi dan USAID CIFOR Indonesia Forestry Fellowship program!

Pada tanggal 18 Juli lalu, Duta Besar Amerika Joseph R. Donovan Jr., melepas 34 penerima beasiswa USAID Prestasi dan USAID CIFOR Indonesia Forestry Fellowship program yang akan memulai studi di universitas di AS tahun ini. 

Rasa bahagia, bangga dan juga haru menyeruak saat para penerima beasiswa mendapat pesan dari Dubes Donovan dan Ibu Nada Marsudi dari Kemenristek Dikti. Tugas belajar yang akan meminta ketekunan dan kerja keras sebelum kembali untuk mengikuti jejak para pendahulunya yang telah berkarya bagi Indonesia.

Kami berharap bahwa 34 putra-putri terpilih dari Indonesia akan dapat mewujudkan potensinya menjadi kontribusi nyata untuk memajukan Indonesia selama berpuluh-puluh tahun ke depan.

Reimagine Indonesia! #DubesDonovan

Sekilas tentang Program Beasiswa USAID 
Para penerima beasiswa #USAID dipilih karena pengalaman kerja di bidangnya, kinerja akademis, keterampilan kepemimpinan dan dedikasi kuat untuk berkontribusi bagi pembangunan Indonesia dan meningkatkan kehidupan masyarakat.

Keberangkatan para penerima beasiswa akan mengikuti jejak para pendahulunya. Sejak tahun 1950 USAID dan berbagai lembaga pemerintah AS terdahulu telah memberikan beasiswa kepada sekitar 3.900 warga negara Indonesia untuk meraih gelar pascasarjana dan puluhan ribu lainnya telah mengikuti pelatihan jangka pendek di AS maupun Indonesia.

Sumber: https://web.facebook.com/usaidindonesia/photos/a.330964720281693.83753.311198745591624/1575504415827711/?type=1&theater

Comments

Popular posts from this blog

FB Ads Story Sample

"Saya lihat ibu saya tidak di rumah. Saya cari kemana-mana dia tidak ada. Dia sudah pergi." - Sugeng (9 thn), Anak Terlantar Suatu hari, Sugeng kecil sedang asyik bermain di pantai dekat rumahnya. Ketika pulang, ia mendapati dirinya seorang diri. Tidak ada ibu dan bapaknya. Sugeng terus menunggu orangtuanya pulang hingga akhirnya tertidur. Sehari berlalu, Sugeng mulai kebingungan dan takut. Esoknya, Sugeng menyadari orangtuanya sudah pergi meninggalkan dirinya. Sugeng sempat malang-melintang tanpa arah hidup. Bayangkan, anak berumur 9 tahun harus hidup seorang diri. Akhirnya Sugeng tinggal bersama anak terlantar lain di jalanan. Untuk cari makan Sugeng terpaksa menjadi pemulung. Beruntung, kisah sugeng sampai di telinga para pengurus PAF. Sugeng segera diselamatkan dan kini hidup dengan aman di Panti Asuhan Peduli Anak bersama 300 anak yatim dan terlantar lainnya. Yuk, terus dukung Panti Asuhan Peduli Anak selamatkan anak-anak di Lombok! Donasi d...

Fracking Explained

              Photo:  LHSFNA               Fracking has become the talk of the moment recently. The debates surrounding it also makes it even more controversial. It is easy to find bad stories related to fracking. According to a report by Al-Jazeera, Barnhart, a town in Texas ran out of water because of its excessive usage of the town’s water supply: 3 to 8 million gallons per frack compared to around 100,000 gallons per drill using conventional wells (Gordon, 2015). The upheaval surroundings the fracking operation in the sacred land of the Standing Rock Sioux Tribe has also been an important issue in this year’s U.S. election cycle. Jill Stein, a candidate from the Green Party, visited the protest site in a highlighted manner, pointing out to the lack of presence of president Obama by joining the protesters chanting “Where’s Obama?” (Wright, Watkins, 2016). The Guardian reported that some kids were given a gaggi...

Indonesia Jadi Rujukan Membangun Perdamaian di Asia Pasifik

The Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia bekerjasama dengan Action Asia akan menyelenggarakan 6th Peacebuilders’ Forum pada 16 – 18 Oktober 2017 di Hotel Le Meridien, Jakarta. Dalam forum yang akan dibuka Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla tersebut, Action Asia mengangkat tema Pencegahan Kekerasan Ekstremisme melalui Perspektif Peacebuilding. “Ini merupakan pertama kalinya pembahasan mengenai ekstremisme kekerasan dilakukan menggunakan perspektif Peacebuilding. Metode ini akan memberikan pemahaman kontekstual yang lebih mendalam, aksi kolaboratif lintas batas, dan membangun lingkungan yang saling mendukung dalam pengimplementasian kebijakan terkait ekstremisme kekerasan,” ujar Direktur AMAN Indonesia, Ruby Khalifah di Jakarta, Sabtu (14/10) Lebih lanjut, perempuan pemenang N-peace Award 2016 itu memberi penegasan bahwa forum yang akan dihadiri 300 peserta dari berbagai LSM serta perwakilan pemerintah dari 16 negara di Asia Pasifik dan lainnya ini menjadi sangat st...